Hunting

Tuesday, March 8, 2011

'cHie kamu kah disana...?


aku bahkan lupa mimpi seperti apa yg harus kuperjuangkan, karena gelisah menghapusnya lewat dingin malam,
Aku bahkan tak tau apa yg sedang ku kejar, karena tujuan itu begitu semu berbayang ditengah lingkaran matahari,
Aku bahkan tak tau kenapa aku begitu sayang kamu, dan harum itu telah bersenggama udara dan kembali memperkosa setiap nafasku,
Aku bahkan tak tau kenapa kita harus saling mengenal, karna begitu banyak kepingan namamu bercecer dalam ingatanku,
Aku bahkan tak tau siapa kamu ...!?

kulepas kembali topeng2ku

Dan pada akhir kisah ini
Aku berdiri memangku hari
Melanjutkan kisah yg sempat tertinggal

Dalam tertatih kuangkat kaki kanan menuju peristirahatan sang mentari.
"bral hidep geura miang, nandangan hirup nu tumiba kana mangsana" pepatah sang ayah pada anak'a.
"sing towekca sing perceka, bismillah cahya pusaka..." sambung sang ibu dengan derai air mata mengiring langkah jalan sendiri.

namun entah pada lunar keberapa
Aku masih saja terbenam pada segunung pasir yg menimbun peluh juga asa...
maafkan aku ayah maafkan ku ibu,
Aku terlalu lama terjerat dalam kubangan ini,
Atas nama Tuhan aku harus kembali melanjutkan perjalanan ini meskI harus merangkak karena ragap wujudku belum kembali
Setelah kutemui sesosok wajah yg selalu mengikuti helaan nafasku...

lelakon jiwa

Dititik ini aq msh berdiri
Menunggu pasti jalan sendiri
Muram wajah akan gelisah
Membawa pilu pada diri yg tercaci

Entah pada bintang yg mana aq harus mengadu malam yang terlalu sarat dengan sunyi.

Lonceng tua sudah berbunyi, menanda hari menuju petang,
Ya... Dalam kemunafikan aq pungut kayu bakar berbatang demi batang dari ranting yg sudah menguning, lalu ku ikat dalam satu simpul agar menyatu untuk bekal dikemudian waktu.

Dititik ini aku Masih mencari
Kesombongan apa yg aku punya
Sedang harta pun tiada dinyata.
Melody cinta pun hanya bergema didalam didada.
Kepandaian pun juga tiada terbaring dalam diri...

Lalu apa yg telah aku sombongkan ya Tuhan...
Engkau ajarkan kami untuk selalu sabar dan ikhlas...!!!!
'pun selalu aku amalkan
Sungguh pun
Dalam kebesaran-Mu aku berlindung,
Dalam kuasa-Mu aq berserah,
Dan dalam keESAan-Mu aku bersujud,

terpanjat sebait do'a akan harap yg ku semat pada sinar mentari pagi, meniti asa menuju keridhoan-Mu.
Sesungguh'a Engkau Maha akan segala2'a.

pagi ini dicipedak

Sudah terlalu lama tidak berbincang dgn sang hati...
Pagi ini mentari masih terlalu malu menunjukan sinarnya,
Udara ini sudah terlalu dingin mengoyak kesunyian,
Ya saya harus segera bangkit,
Dan mulai merangkak ke ufuk timur,
Mencari seberkas sinar mentari,

Setelah Beberapa langkah tubuhku kembali terkulai lemah tak berdaya,
Balutan luka disekujur tubuh tidak lagi berwarna merah...
Lengket bening dan berbau busuk menggantikan warna merah dan bau amis darah...

Air mata pun tak lagi terurai disudut mata yg kian memutih,
Sepenuh tenaga hanya bisa menengadah perlahan, meraba langit menggemgam bintang meraih purnama,
dgn suara payau Setengah terbuka mulut berteriak
"Tuhan, Engkau kah disana mengarang senyap? Dimana cahaya itu?"

Do'a sebatang rokok

Mampir disebuah warung
Ditengah perjalanan menggapai harap
Kemudian,
Dipersimpangan itu kubersandar
Menghitung waktu yg berlalu lalang diemperan jalan,
Seorang anak kecil penjaja asongan
Datang dengan muka lusuh menawarkan keputus asaan dengan label janji keabadian,
"bang" mulut mungil'a berucap.
"tidak kah abang bahagia dengan apa yg abang miliki? Atau memang kata kebahagiaan itu hanya untuk mereka yg punya segalanya?" ungkap'a gelisah...
Dan pada hisapan ketiga dari sebatang rokok itu, aku hanya bisa pilu, dan kemudian hanya bisa berucap "orang yg paling berbahagia adalah mereka yg masih bisa menghela nafas2 harapan, maka kumpulkan seribu harapan yg km punya, lalu niatkan sejuta keinginan untuk merealisasikan'a, dan berbahagialah ketika salah satu harapan itu dapet tercapai" nasehatku "keadilan Tuhan terletak pada harapan yg belum dapat kau capai, karena menurut-Nya, tidak ada harap yg tidak tercapai, hanya waktu dan bentuk lain dari harapanmu yg kan datang padamu, dan sesungguh'a itu akan lebih baik dari harapanmu sebelum'a, maka bersabarlah, dalam kesabaran itu kau akan nemu satu kebahagiaan lain dari keikhlasan" pada hembusan terakhir kuucap "sabar dan ikhlas, itu anjuran agama ku untuk meraih kebahagiaan abadi"
Kemudian aku bangkit dari duduk dan melangkah kembali sesekali aku tengok dia dan senyum pun muncul dari polos wajah kecil'a, kemudian bangkit dan berlari kearahku "bang saya punya sebungkus rokok untuk abang, didepan mudah2an setiap batang rokok itu dapat berguna, karena masih banyak anak2 yg sama nasib'a seperti saya" ucapnya sambil berlalu dengan lambaian mungil tangan'a seiring tarian keriangan pada langkahnya.


Kampus APP, 29-30/05/09
16:04 WIB

kenapa kau masih saja dibalik pintu itu

I.
diperbaringan biru ini aku mencoba baca melody itu,
melody yg selalu bergema dibalik pintu kamar mu.

II.
kau tiupkan seruling itu
mengalun membuai asmara pada waktu,
ya malam sudah terlalu larut,
kau benahi saja tubuh mu,
rebahkan diatas kedamaian pada malam,
biar kutiduri bayang mu dari sini,
lalu bermimpilah karena ragap wujudku masih terbaring diatas indah senyum mu,
selamat tidur khayalku tersayang...

surat buat seorang teman

maka diantara langkah gemulaimu jangan tergores kemunafikan...
sebab dunia sudah terlalu pekat oleh kepalsuan,
maka diantara sorot matamu tersimpan keteduhan, jangan kau suapi dengan kebohongan, karna udara sudah terlalu kotor oleh kehidupan...
dan diantara aku, kamu, dan dia, bukanlah pilihan hanya kita yg harus memilih...
hiduplah dengan dunia, jangan hidup oleh dunia, meskipun dunia itu kamu apalagi dia...

timbul260509

untuk mu yg bahkan aku tak tahu kau dimana

diantara sunyi'a malam ku berdiri.
mencipta mimpi meraih cahaya bintang.

ditengah kesunyian malam ku sendiri.
menggaris harapan pada cakrawala, menatahkan kasih yg merindu sayang.

ditengah kesunyian malam ku terbaring.
lelah dan hampir putus asa masih mencoba menjengkal tanah, mengukur jarak menuju persenggamaan yg kau minta....

ditengah kesunyian malam kumenunggu uluran tangan mu dan memapah ku menyusuri malam, mencari mentari pagi untuk bekal mengarungi hari... bersamamu,,,

Celoteh Harap Pada sang Jiwa

pun dalam sebuah kerinduan yang memancarkan sebuah harapan adalah satu mimpi yang bertumpu pada kekuatan jiwa, sejauh harapan itu memandang sebesar itu jiwa bersapa.

dalam sebuah perjalan yang sangat panjang dan melelahkan, sang harap merangkul mimpi dan memompa semangat pada jiwa untuk selalu tegar berdiri, menapak kelam menyebar salam pada setiap debu dalam kegelapan ini.

dalam perjuangannya hanya satu tujuan yang menjadi kiblat, yaitu kemilau cahaya terang yang menjurus kaku pada jalan nan lurus dan panjang, sebagai petunjuk dari Dialah Allah SWT.

SELAMAT DATANG disebuah Kandang dari bagian anugrah sang Maha Kuasa.