Hunting

Tuesday, November 27, 2012

9 Tips Jika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan


unik, aneh, lucu, misteri, kriminal, alam, agama, nasional, artis, tips, dan bola | kamu sedang membaca 9 Tips Jika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan 

 

SAKIT hati, kecewa atau bahkan merasa malu bila kita menyadari bahwa cinta yang kita bangun ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. Ironis sekali kedengarannya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan terkadang kamu yang mengalaminya akan merasa bahwa kamu yang berlaku salah. Karena terlalu membesarkan perhatian yang kamu terima dari seseorang.

Namun kehidupan akan terus berjalan. Tidak perlu menyesali secara berlebihan apa yang menimpa kamu. Yakinkan bahwa mungkin orang yang kamu sukai bukan orang terbaik yang patut mendapatkan cinta kamu. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menolong diri kamu sendiri dan mengeluarkan diri kamu dari rasa sedih yang terkadang berkepanjangan.

1. Sadari Posisi Kamu

Sadarilah, betapa besar rasa suka kamu pada dirinya, dia tidak akan membalas perasaan kamu. Kamu tidak bisa membuat seseorang jatuh cinta pada kamu walaupun segigih apapun usaha kamu. Lebih baik kamu berusaha mencari kesibukan untuk menghilangkan perasaan kamu yang besar padanya.

2. Yakinkan Bahwa Kita Akan Mendapatkan Yang Terbaik.

Kamu pantas mendapatkan seseorang yang menghargai dan peduli dengan kamu. Untuk itu tanamkan keyakinan pada diri kamu bahwa suatu saat kamu akan memperoleh yang terbaik, seperti yang diharapkan. Dengan keyakinan seperti itu kamu bisa menanamkan rasa percaya diri untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik.

 

3. Jangan Menyalahkan diri Sendiri

Kebanyakan dari kamu mungkin akan menyalahkan diri sendiri dengan mempertanyakan kenapa hal ini bisa menimpa kamu. Seandainya lebih berhati-hati dan tidak mengembangkan perasaan lebih jauh atas semua perhatian dan kasih sayangnya, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi. Hal seperti itu akan kerap menghantui pikiran kamu. Tapi untuk saat ini jauhkan rasa bersalah dari hati kamu. Jangan buat pengandai-andaian. Dan jangan pernah membayangkan hal-hal yang tidak berguna.

4. Jangan Mengembangkan Perasaan Kamu

Mungkin kamu sempat berpikir bahwa penolakan tersebut hanyalah masalah waktu. Dan kamu berusaha memperbaiki diri habis-habisan untuk mendapatkan perhatiannya kembali. Jangan pernah mencoba-coba mendapatkannya kembali, kamu tidak akan pernah berhasil. Sepertinya hal tersebut telah terlambat. Jika ingin berubah lakukan untuk diri sendiri. Dan sekarang sudah waktunya memikirkan diri kamu sendiri.

5. Carilah Orang Lain Yang Mengerti Kamu

Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Atau mencari keluarga atau teman yang dapat memahami perasaan kamu. Berbagilah dengan mereka, siapa tahu dari mereka,kamu mendapatkan pelajaran yang patut diikuti.

6. Tekuni Hobi

Lakukan hobi ataupun segala sesuatu yang membuat kamu gembira. Lepaskan pikiran dan perasaan dari segala sesuatu yang sudah lewat. Caranya dengan menyibukkan diri.

7. Buka Lembaran Baru

Tutup kesedihan kamu. Buka lembaran baru dalam kehidupan . Bila merasa marah, kecewa atau hal yang lainnya, mungkin hal tersebut perasaan yang wajar dan normal-normal saja. Tapi tentukan kapan kamu harus melepaskan 'masa berkabung' dengan menentukan cita-cita dan harapan baru.

8. Jangan Terburu-buru Mencari Pengganti

Jangan terburu-buru mencari orang lain sebagai pengganti. Tidak adil untuk orang tersebut. Berikan waktu untuk diri kamu supaya pulih terlebih dahulu dan bisa menerima kehadiran seseorang dengan sepenuh hati bukan karena ingin lari dari kenyataan.

9. Jangan Terlalu Obsesif

Jika kamu merasa tidak dapat mencegah diri untuk mengejar-ngejarnya, carilah bantuan secara profesional. Masa depan kamu terbentang luas. Bangkit dari kesedihan dan Badai pasti berlalu. Dan cita-cita kamu akan mudah dicapai dengan pikiran dan hati yang jernih. Bila belum bisa bangkit dari rasa tersebut, kamu akan ketinggalan satu langkah di belakang dari orang lain.

iqro

ya iqro adalah kata yang mengawali turunnya rentetan mukjijat kepada Rosululloh SAW. yang kemudian dijadikan al-qur'an pada jaman khalifah ustman bin affan.
iqro bukan hanya melalui sekumpulan tulisan yang terukir diatas media.
dalam seraut wajah adalah tulisan, dalam situasi dan kondisi juga sebuah tulisan yang mesti dibaca.

kenapa?

tau kah anda bahwa hurup-hurup itu adalah merupakan sebuah simbol?
itulah kenapa hampir setiap daerah,setiap suku dan bangsa memiliki tulisan yang berbeda-beda, misal alphabet yunani, tulisan jawa, sunda, hebrew, arab, kanji, katakana, hiragana, dll. yang kesemuanya terdiri dari sekumpulan simbol-simbol dengan bunyi vokal yang hampir sama.

ketika kita memahami sebuah tulisan, maka seolah simbol-simbol itu seakan berbicara kepada kita yang di proses oleh otak yang diteruskan kedalam memory untuk diingat dan dialirkan ke pita suara untuk kemudian di proses secara verbal, hal ini juga berlaku untuk tulisan braile.

lalu, apa yang terjadi ketika sebuah object raut wajah seolah diproses oleh otak yang sama dengan membaca tulisan?
ya, dalam setiap guratan, lekukan, bias warna kulit, warna aura, ekspresi dll merupakan simbol-simbol yang mampu mengeluarkan bahasa untuk menceritakan watak dan perilaku si empunya wajah.
hal seperti ini bukan lah hal baru, karena ini bahkan berlaku sejak jaman nenek moyang kita dahulu.
ingat ini bukan hal mistis seperti paradigma yang berkembang di sekitar kita sekarang.
kenapa sekarang kita menganggap itu hal yang berbau mistis?
karena memang dari pendidikan kita yang seolah hal demikian adalah sebuah magic,
tenanglah kawan, itu semua adalah hal biasa bagi seseorang yang mampu memaknai kata iqro.
maka bacalah, bacalah, bacalah...!!!

motivasi dari tulisan ini adalah banyaknya judgement atas dasar persepsi atas kabar-kabar media masa tentang sebuah kejadian dan keputusan dari para publik figur.
kita lebih gampang terhasut hanya karena sebuah kabar burung, ato tulisan di media masa.
dan mirisnya lagi, kata persepsi merupakan hak bagi setiap orang dalam hal kebebasan berpendapat itu justru di banggakan oleh orang-orang islam. yang sudah tidak asing lagi dengan kata iqro...
perbedaan persepsi itu bukan sebuah hak yang harus dipertahankan seolah persepsi kita itu benar, persepsi itu adalah hal yang wajar dari setiap individu untuk kemudian dimusyawarahkan dengan beberapa orang untuk mencapai kata mufakat. jika hal demikian yang terjadi maka ga akan ada perkelahian di senayan yang nota bene merupakan tempatnya orang-orang berpendidikan tinggi yang mungkin setiap hari membaca buku.

dan janganlah heran jika saya mampu membaca karakter orang lain hanya dengan melihat wajah dan tingkah laku orang lain...!! percayalah ini bukan mistis karena saya juga bukan dukun..!!
dari membaca karakter maka saya bisa nebak apa yang mungkin terjadi dalam hidupnya, yang akan maupun yang sudah terjadi.

(ada teguran bahwa hal ini ditakutkan akan menjadi nuzum/ramalan yang memang tidak diperbolehkan oleh agama yang saya anut, terkecuali untuk hanya sekedar tau dan tanpa di ceritakan ke orang lain dan atau hanya sekedar memaparkan masa lalu nya sebagai cerminan buat memperbaiki masa depannya)

begitu pula dengan tingkah laku, dan simbol yang ditunjukan alam kepada kita, hal demikian kemudian banyak orang menyebutnya dengan siloka, seperti dalam dunia pewayangan.
siloka adalah pesan tersembunyi yang di tujukan kepada kita untuk kita terjemahkan secara nyata.
ambil contoh dalam dunia pewayangan ada semar.
jika ditanya lebih dulu mana semar ato nabi Adam AS yang ada di bumi ini?
maka dengan lantang saya jawab semar (dari cerita pewayangan yang di dalangi oleh abah asep sunandar sunarya) 

kenapa?

karena semar adalah perwujudan lain dari sanghyang ismaya.
semar adalah sebuah simbol dan siloka dari bumi ini, badan berkulit hitam menandakan tanah di bumi ini, wajah putih sambil tersenyum adalah sibolan hati manusia yang bersih dan suci.
dengan kalimat kulit badan yang berwarna hitam sebagai simbolan dari tanah di muka bumi ini, maka jelas semar lebih dulu ada dibumi ketimbang nabi adam.
paham?
nah hal seperti inilah yang perlu "iqro", karena makna iqro adalah memahami. memahami adalah tindak lanjut dari membaca sebelum meyakini kebenaran sebuah informasi.
dan sesungguhnya hal seperti ini adalah hal kecil dari segala ilmu yang Alloh SWT turunkan kepada kita.
subhanalloh walhamdulillah wala illaha illallohu allohu akbar...