Hunting

Tuesday, March 8, 2011

Do'a sebatang rokok

Mampir disebuah warung
Ditengah perjalanan menggapai harap
Kemudian,
Dipersimpangan itu kubersandar
Menghitung waktu yg berlalu lalang diemperan jalan,
Seorang anak kecil penjaja asongan
Datang dengan muka lusuh menawarkan keputus asaan dengan label janji keabadian,
"bang" mulut mungil'a berucap.
"tidak kah abang bahagia dengan apa yg abang miliki? Atau memang kata kebahagiaan itu hanya untuk mereka yg punya segalanya?" ungkap'a gelisah...
Dan pada hisapan ketiga dari sebatang rokok itu, aku hanya bisa pilu, dan kemudian hanya bisa berucap "orang yg paling berbahagia adalah mereka yg masih bisa menghela nafas2 harapan, maka kumpulkan seribu harapan yg km punya, lalu niatkan sejuta keinginan untuk merealisasikan'a, dan berbahagialah ketika salah satu harapan itu dapet tercapai" nasehatku "keadilan Tuhan terletak pada harapan yg belum dapat kau capai, karena menurut-Nya, tidak ada harap yg tidak tercapai, hanya waktu dan bentuk lain dari harapanmu yg kan datang padamu, dan sesungguh'a itu akan lebih baik dari harapanmu sebelum'a, maka bersabarlah, dalam kesabaran itu kau akan nemu satu kebahagiaan lain dari keikhlasan" pada hembusan terakhir kuucap "sabar dan ikhlas, itu anjuran agama ku untuk meraih kebahagiaan abadi"
Kemudian aku bangkit dari duduk dan melangkah kembali sesekali aku tengok dia dan senyum pun muncul dari polos wajah kecil'a, kemudian bangkit dan berlari kearahku "bang saya punya sebungkus rokok untuk abang, didepan mudah2an setiap batang rokok itu dapat berguna, karena masih banyak anak2 yg sama nasib'a seperti saya" ucapnya sambil berlalu dengan lambaian mungil tangan'a seiring tarian keriangan pada langkahnya.


Kampus APP, 29-30/05/09
16:04 WIB

No comments:

Post a Comment