Dan pada akhir kisah ini
Aku berdiri memangku hari
Melanjutkan kisah yg sempat tertinggal
Dalam tertatih kuangkat kaki kanan menuju peristirahatan sang mentari.
"bral hidep geura miang, nandangan hirup nu tumiba kana mangsana" pepatah sang ayah pada anak'a.
"sing towekca sing perceka, bismillah cahya pusaka..." sambung sang ibu dengan derai air mata mengiring langkah jalan sendiri.
namun entah pada lunar keberapa
Aku masih saja terbenam pada segunung pasir yg menimbun peluh juga asa...
maafkan aku ayah maafkan ku ibu,
Aku terlalu lama terjerat dalam kubangan ini,
Atas nama Tuhan aku harus kembali melanjutkan perjalanan ini meskI harus merangkak karena ragap wujudku belum kembali
Setelah kutemui sesosok wajah yg selalu mengikuti helaan nafasku...
No comments:
Post a Comment