Hunting

Tuesday, November 27, 2012

iqro

ya iqro adalah kata yang mengawali turunnya rentetan mukjijat kepada Rosululloh SAW. yang kemudian dijadikan al-qur'an pada jaman khalifah ustman bin affan.
iqro bukan hanya melalui sekumpulan tulisan yang terukir diatas media.
dalam seraut wajah adalah tulisan, dalam situasi dan kondisi juga sebuah tulisan yang mesti dibaca.

kenapa?

tau kah anda bahwa hurup-hurup itu adalah merupakan sebuah simbol?
itulah kenapa hampir setiap daerah,setiap suku dan bangsa memiliki tulisan yang berbeda-beda, misal alphabet yunani, tulisan jawa, sunda, hebrew, arab, kanji, katakana, hiragana, dll. yang kesemuanya terdiri dari sekumpulan simbol-simbol dengan bunyi vokal yang hampir sama.

ketika kita memahami sebuah tulisan, maka seolah simbol-simbol itu seakan berbicara kepada kita yang di proses oleh otak yang diteruskan kedalam memory untuk diingat dan dialirkan ke pita suara untuk kemudian di proses secara verbal, hal ini juga berlaku untuk tulisan braile.

lalu, apa yang terjadi ketika sebuah object raut wajah seolah diproses oleh otak yang sama dengan membaca tulisan?
ya, dalam setiap guratan, lekukan, bias warna kulit, warna aura, ekspresi dll merupakan simbol-simbol yang mampu mengeluarkan bahasa untuk menceritakan watak dan perilaku si empunya wajah.
hal seperti ini bukan lah hal baru, karena ini bahkan berlaku sejak jaman nenek moyang kita dahulu.
ingat ini bukan hal mistis seperti paradigma yang berkembang di sekitar kita sekarang.
kenapa sekarang kita menganggap itu hal yang berbau mistis?
karena memang dari pendidikan kita yang seolah hal demikian adalah sebuah magic,
tenanglah kawan, itu semua adalah hal biasa bagi seseorang yang mampu memaknai kata iqro.
maka bacalah, bacalah, bacalah...!!!

motivasi dari tulisan ini adalah banyaknya judgement atas dasar persepsi atas kabar-kabar media masa tentang sebuah kejadian dan keputusan dari para publik figur.
kita lebih gampang terhasut hanya karena sebuah kabar burung, ato tulisan di media masa.
dan mirisnya lagi, kata persepsi merupakan hak bagi setiap orang dalam hal kebebasan berpendapat itu justru di banggakan oleh orang-orang islam. yang sudah tidak asing lagi dengan kata iqro...
perbedaan persepsi itu bukan sebuah hak yang harus dipertahankan seolah persepsi kita itu benar, persepsi itu adalah hal yang wajar dari setiap individu untuk kemudian dimusyawarahkan dengan beberapa orang untuk mencapai kata mufakat. jika hal demikian yang terjadi maka ga akan ada perkelahian di senayan yang nota bene merupakan tempatnya orang-orang berpendidikan tinggi yang mungkin setiap hari membaca buku.

dan janganlah heran jika saya mampu membaca karakter orang lain hanya dengan melihat wajah dan tingkah laku orang lain...!! percayalah ini bukan mistis karena saya juga bukan dukun..!!
dari membaca karakter maka saya bisa nebak apa yang mungkin terjadi dalam hidupnya, yang akan maupun yang sudah terjadi.

(ada teguran bahwa hal ini ditakutkan akan menjadi nuzum/ramalan yang memang tidak diperbolehkan oleh agama yang saya anut, terkecuali untuk hanya sekedar tau dan tanpa di ceritakan ke orang lain dan atau hanya sekedar memaparkan masa lalu nya sebagai cerminan buat memperbaiki masa depannya)

begitu pula dengan tingkah laku, dan simbol yang ditunjukan alam kepada kita, hal demikian kemudian banyak orang menyebutnya dengan siloka, seperti dalam dunia pewayangan.
siloka adalah pesan tersembunyi yang di tujukan kepada kita untuk kita terjemahkan secara nyata.
ambil contoh dalam dunia pewayangan ada semar.
jika ditanya lebih dulu mana semar ato nabi Adam AS yang ada di bumi ini?
maka dengan lantang saya jawab semar (dari cerita pewayangan yang di dalangi oleh abah asep sunandar sunarya) 

kenapa?

karena semar adalah perwujudan lain dari sanghyang ismaya.
semar adalah sebuah simbol dan siloka dari bumi ini, badan berkulit hitam menandakan tanah di bumi ini, wajah putih sambil tersenyum adalah sibolan hati manusia yang bersih dan suci.
dengan kalimat kulit badan yang berwarna hitam sebagai simbolan dari tanah di muka bumi ini, maka jelas semar lebih dulu ada dibumi ketimbang nabi adam.
paham?
nah hal seperti inilah yang perlu "iqro", karena makna iqro adalah memahami. memahami adalah tindak lanjut dari membaca sebelum meyakini kebenaran sebuah informasi.
dan sesungguhnya hal seperti ini adalah hal kecil dari segala ilmu yang Alloh SWT turunkan kepada kita.
subhanalloh walhamdulillah wala illaha illallohu allohu akbar...

No comments:

Post a Comment